Descipleship 7 October 2014

John 8:31-36

Maka katanya kepada “orang orang Yahudi yang percaya kepadaNya” jikalau kamu “tetap dalam FirmanKu”,kamu benar benar adalah “muridKu” dan kamu akan mengetahui “kebenaran” dan kebenaran itu akan “memerdekakan “ kamu.

Biarlah tuntunan Firman Tuhan hari ini menjadi rhema buat setiap pelayan Tuhan untuk melayani “lebih sungguh sungguh”. Saya tekankan untuk melayani lebih sungguh sungguh karena kita sebagai pelayan adalah orang yang di percayakan Tuhan untuk menyampaikan isi hati Tuhan kepada semua umat manusia khususnya umat yang dipercayakan kepada kita. Umat yang berada di bawah pelayanan kita.

Kenapa di ayat yang menjadi terang bagi kita hari ini, di katakan kepada “orang orang yang percaya kepadaNya’. Jadi Yesus khusus berbicara kepada orang yang percaya kepada Yesus saja. Bukan kepada semua orang Yahudi. Karena hanya dengan “percaya” engkau dapat menangkap kebenaran dari perkataan Tuhan Yesus sehingga sewaktu engkau mendengarkan Firman Tuhan engkau mendengarkan sungguh sungguh dan percaya karena Firman itu” benar” jikaa diilakukan dan telah menjadi kenyataan dan itulah “kebenaran.”

Ketika Firman itu (kata kata Yesus baik dahulu waktu Yesus berbicara secara verbal maupun hari ini melalui Alkitab yang kita baca atau disampaikan) engkau aminkan kebenarannya terjadi didalam kehidupan ini, karena engkau melihat itu adalah kenyataan didalam hidup ini maka engkau harus tetap memegangnya. Apapun pendapat orang atau kata kata lain bahkan kenyataan lain yang coba menjadi kebenaran, engkau harus tetap memegang Firman itu yang menjadi kebenaran maka kebenaran itu akan bertambah nyata dalam hidup kita.

Kebenaran adalah Firman Tuhan dan ketika itu bertambah nyata lebih dari apa yang kita bisa pikirkan maka itulah yang kita sebut “mujizat”. Jadi sebenarnya mujizat itu adalah hal yang pasti kita alami dan hidupi setiap saat di dalam kehidupan, ketika kita perpegang pada kebenaran yaitu Firman Tuhan.

Banyak sekali hal-hal yang mencoba membuat mujizat tidak terjadi artinya kebenaran Firman Tuhan tidak berlaku di dalam hidup kita karena kita tidak percaya, karena kita percaya tetapi tidak melakukannya, kenapa kita tidak melakukannya karena kebiasaan atau tradisi hidup ini ,mengalahkan Firman Tuhan tersebut, kebenaran semu dari dunia yang lebih kita percayai yang seolah olah seperti datangnya dri Firman Tuhan tapi tujuannya menjauhkan kita dari kebenaran dan tujuan Tuhan.

Sebagai satu contoh ketika Tuhan Yesus di cobai oleh iblis di didalam Lukas 4:1-13 ada 3 hal yang kita dapat pelajari dimana iblis mencoba menipu dan menggagalkan pelayanan kita dengan kebenaran semu. Kebenaran semu adalah kebenaran yang diambil dari Firman Tuhan atau kebenaran umum atau norma umum yang baik dan sepetinya benar tetapi menghilangkan “tujuan” sebenarnya dari kata kata tersebut. Jadi kebenaran semu hanya memberikan kebenaran sementara dan tidak untuk selamanya, kebenaran semu tidak membawwa kepada tujuan akhir yang sebenaranya.

Jadi biarlah ini selalu kita pegang buat pelayan Tuhan untuk menjadikan kebenaran itu suatu kenyataan sehingga memampukan kita menggenapi dan menyelesaikan pelayanan yang Tuhan percayakan kepada kita sampai kepada Tujuan. Oleh karena itu Paulus katakan, dia bukan seperti petinju yang sembarangan memukul tetapi memiliki Tujuan. Di tingkat ini iblis akan mengecoh pelayan Tuhan kalau tidak berpegang pada Tujuan Tuhan oleh karena itu kebenaran akan menyingkapkan tipuan iblis melalui sesuatu yang sifatnya baik bahkan seolah olah tampak benar.

1.)
Melalui “kelaparan/perut” iblis mencoba untuk menghancurkan “ketaatan” Tuhan Yesus kepada misi pelayanan keselamatan yang Bapa tugaskan kepadaNya, yaitu dengan menawarkan Yesus untuk melakukan mujizat mengubah batu untuk menjadi roti sehingga memuaskan kelaparan dagingnya. iblis perkatakan “kebenaran yang semu” untuk menggagalkan kebenaran yang sejati yaitu” Tujuan dari misi keselamatan yang Tuhan Yesus bawa melalui pelayananNya”. Sehingga kelaparan dagingnya dapat dikalahkan dengan kelaparan untuk melihat “misi keselamatan” dan Dia menolaknya dengan Firman Tuhan bahwa manusia hidup bukan dari roti saja. Hidup yang sejati adalah ketika kita mendapatkan “zoe” yaitu hidup kekal yg dari Allah bukan hanya “bios” yaitu hidup daging ini saja yaitu lapar tadi. Dan ini yang dipakai iblis untuk membutakan banyak dari orang percaya bahkan murid dan pelayan Tuhan, sehingga gagal membawa misi keselamatan didalam pelayanan kita, yaitu bekerja untuk roti yang dapat binasa (Yohanes 6:26-27) tapi kita murid Kristus harus hidup dan bekerja untuk roti yang diperlukan bagi hidup yang kekal yaitu keselamatanmu dan jiwa jiwa yang Tuhan percayakan kepadamu maka semuanya yg diperlukan untuk bios (biologi) ,hidup daging ini akan Tuhan tambahkan (matius 6:33). Jangan sampai kita dikecoh oleh iblis sehingga keluar dari ketaatan karena daging kita yang lapar, sakit, sakit hati, dll yang dapat mengontrol kita, kalau kita hidup oleh karena zoe maka bios dapat kita atasi. Roh kita mengontrol daging kita.
2.)
Iblis membawa Yesus ketempat yang “tinggi” dimana semua yang diinginkan dan dibutuhkan daging ada, dan benar semuanya itu sudah diberikan dibawah kontrolnya iblis. Banyak dari murid Tuhan yang gagal karena tempat yang tinggi ini, makanya dikatakan bahwa sulit sekali bagi orang kaya masuk kerajaan surga seperti unta masuk lobang jarum. Pada waktu “tempat tinggi” yang ditawarkan iblis di terima kita akan “sibuk mengurusi” tempat tinggi tersebut dan tidak ada waktu lagi untuk “mengurusi tempatnya Tuhan”. Ini salah satu kebenaran semu yang iblis pakai menipu Tuhan Yesus dan juga anak anakNya yang melayani. Apa yang paling banyak kita urusi dari segi waktu, biaya dan lain sebagainya adalah apa yang kita sembah karena kita membawa banyak korban, yaitu waktu, tenaga, pikiran, harta dll. Menyembah hanya melalui korban (roma 12:1-2) dan itu tempat yang rendah. Urusi Tuhan maka engkau akan mendapat tempat yang tinggi untuk memuliakanNya.
3.)
Iblis membawa Yesus ke Yerusalem dan menempatkan Dia di bubungan bait Allah. Di tempat ini pun iblis masih memakai “kebenaran semu”untuk mengecoh Tuhan dari misi yang lebih penting lagi yang Dia bawa dan harus dilakukan untuk keselamatan jiwa jiwa dari pada demontrasi kuasa yang tidak diperlukan saat itu. Kita anak-anakNya di tempat pelayanan kita (Yerusalem) dimana ada bait Allah pun akan cenderung di goda untuk melakukan hal hal yang sifatnya mencobai Allah melalui godaan untuk meminta secara instant perbuatan tangan Tuhan tanpa dimulai dari perbuatan kita akan ketaatan akan Firman Tuhan seperti ketaatan akan penginjilan, doa, saling merendahkan diri, pujian penyembahan, caring one another , biarkan kuasa itu mengalir karena kebenaran yang kita lakukan. Bukan bermain dengan kuasa Allah untuk kepentingan pribadi atau pameran atau memperalat jiwa jiwa untuk kepentingan pribadi atau organisasi.

Pelayan Tuhan tanamkan kebenaran didalam pelayanan kita untuk membebaskan kita dan jemaat yang dipercayakan kepada kita. Sehingga kemerdekaan itu kita alami dalam hidup ini. Kemerdekaan didalam keuangan, waktu, kesehatan, ketakuta, kekhawatiran dan kehidupan melalui Kristus yang mengasihi kita. Banyak orang buta, orang yang terkurung, tidak sadar kalau mereka ada didalam kebutaan dan ikatan, penjara dan keterkurungan bahkan mereka menikmati ikatan tersebut karena sudah biasa dan tidak mau keluar dari kebiasaan, waktunya menanamkan kebenaran menjadi fakta kehidupan yang membebaskan kita dan jiwa jiwa yang dipercayakan kepada kita.

Karena seperti orang Yahudi yang merasa telah mengenal kebenaran tetapi kenyataannya mereka gagal dan tidak dapat melihat dan mengenali Tuhan Yesus sebagai Mesias dan kebenaran itu. Karena iblis telah memelintir dan mengecoh dengan kebenaran yang semu melalui kebutuhan dan keinginan daging dan kebiasaan , kesombongan rohani bahkan pengertian yang tidak mau di perbaharui oleh Firman Tuhan yang membebaskan dan memerdekakan.

Tinggal tetap didalam kebenaran sehingga engkau menjadi orang yang bebas dan merdeka bahkan dapat menyerahkan kemerdekaanmu untuk Tuhan.


For Downloadable Version please use the link below
Descipleship 7 October 2014